Biography Mongolian Chops Squad

BECK adalah judul sebuah manga yang ditulis oleh Harold Sakuishi yang diterbitkan oleh Kodansha di Jepang. Di Indonesia, manga ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan dimasukan dalam kategori komik remaja Shonen Magz

Manga ini diadaptasikan dalam sebuah film yang diperankan oleh aktor, dan akan dirilis di tahun 2010. Aktor Jepang Hiro Mizushima dan Takeru Satoh akan berperan sebagai tokoh Ryusuke dan Koyuki di film ini.

Manga ini bercerita tentang sekelompok remaja Jepang yang menapaki karier dibidang musik rock. Pemuda bernama Tanaka Yukio (14 tahun) atau yang lebih dikenal oleh temannya dengan sebutan Koyuki merasa bosan dengan kehidupannya yang sangat datar, sampai akhirnya kehidupannya yang membosankan hilang ketika ia menolong seekor anjing bernama Beck dari anak-anak nakal. Disaat ini lah ia bertemu Ryusuke (yang saat itu berusia 16 tahun) pemilik dari anjing yang Koyuki tolong. Ryusuke telah lama tinggal di Amerika dan sangat berbakat dalam bermusik khususnya musik rock. Ryusuke lah yang memperkenalkan Koyuki dunia musik, ia pun juga memengaruhi Koyuki untuk belajar memetik gitar hingga mahir.

Cerita berlanjut dengan perjalanan dan lika-liku band bernama BECK yang telah dibentuk oleh Ryusuke. Dalam kesehariannya mereka berlatih dan terus mencari personil untuk band mereka, sampai suatu saat Chiba dan Taira ikut bergabung sebagai Vokalis dan Bassis, dan Saku yang merupakan teman sekolah Koyuki membuat mereka terpesona oleh kemahirannya dalam menabuh Drum sehingga menjadikannya ia sebagai Drummer dalam band ini. Di dalam manga ini, juga menceritakan tentang hubungan Koyuki, khususnya hubungan dengan Ryusuke dan hubungan cintanya dengan Maho yang merupakan adik dari Ryusuke.

Yukio “Ockto” Tanaka

Yukio Tanaka adalah karakter utama dalam cerita ini, ia adalah vokalis dan gitaris kedua di BECK, pernah diajak menyanyi oleh vokalis Dying Breed, Mat Reed dan suaranya biasa dipakai untuk suara rendah (bas). Gitarnya sendiri pertama adalah Gretch yang dipinjamkan oleh Kenichi Saitou, pemilik pabrik kertas tempat Koyuki bekerja; Fender Telecaster warna kuning, SG yang ditemukannya ketika sedang bekerja pada jasa angkut pindahan; Fender Mustang yang dibelinya di London sesuai nasihat Billy Riley.

Ryusuke “Ray” Minami

Seorang pemalas, namun merupakan gitaris yang handal, dia menginspirasikan Koyuki untuk bermain kontrol , dia adalah pendiri BECK dan gitaris utama di bandnya. Ray sebagai gitaris pertama, berteman baik dengan Eddie Lee, gitaris dari band internasional Dying Breed. Sebuah cerita dan konflik mengelilinginya dan gitar Gibson Les Paul miliknya, Prudence (Versi orisinalnya adalah Lucille)

Maho Minami

Maho adalah adik dari Ryusuke, ia penyanyi yang berbakat. Koyuki bertemu dengan Maho pertama kali di dalam sebuah cafe, dimana Maho bernyanyi disana. Mereka semakin akrab ketika mereka bernyanyi Follow Me bersama di acara reuni guru renang Koyuki, Kenichi Saitou. Semakin lama hubungan mereka semakin romantis.

Ken’ichi Saitou

Saitou mengajari Koyuki renang dan bermain gitar, ia meminjamkan gitarnya kepada Koyuki untuk berlatih dirumahnya. Ia adalah fans fanatik dari band internasional Rocket Boys yang menyanyikan lagu “Follow Me”

Taira Yoshiyuki

Bassis band BECK, anggota pertama yang direkrut oleh Ryusuke, permainannya sangat funky untuk ukuran seorang pemain bass, merupakan anggota yang paling dewasa walaupun wajahnya selalu kelihatan tidak peduli. Disaat pertunjukan, ia melepaskan bajunya menunjukan ciri khasnya di BECK.

Chiba Tsunemi

Vokalis utama BECK, Chiba lebih terpengaruh dengan musik rap dan punk ketimbang Koyuki yang lebih pas menyanyikan lagu Slow di BECK, bakatnya sebagai rapper sangat tinggi dan pernah mengikuti duel rapper walaupun kalah. Chiba bertemu dengan Ryusuke disaat permainan baseball berlangsung dan membawa keyakinan dari Ryusuke bahwa Chiba adalah vokalis dengan talenta baik di panggung.

Sakurai “Saku” Yuji

Saku adalah drummer BECK, dia adalah anggota terakhir yang bergabung. Ia dan Koyuki adalah teman sekelas dan teman dekat. Dia seorang yang pendiam dan sering sekali dikasari oleh berandal kelas. Koyuki adalah orang pertama yang diajaknya berbicara.

Keamanan cerita dan kemiripan dengan manga lain

Beck boleh dilihat anak kecil dan tidak berbahaya sama sekali, sampai manga lain yang agak berbahaya, seperti Beyblade mengambil kemiripan ceritanya (Beyblade G-Revolution, sesi ke III), di antaranya karena adanya karakter bernama Ming-Ming, yang kadang-kadang bernyanyi di beberapa episode. Ada pula K-On!, yakni manga seperti Beck, hanya saja, Beck untuk anak laki-laki dan K-ON untuk anak perempuan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s